CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Stop PT Freeport, suara mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang digelar di Universitas Cenderawasih (Uncen) Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (7/4/2026).
Dalam aksi yang digelar oleh Komite Pimpinan Pusat Forum Independen Mahasiswa West Papua (KPP FIM-WP) tersebut menuntut pemerintah menutup PT Freeport.
Bukan tanpa alasan, KPP FILM-WP menuntut hal tersebut, karena beberapa pertimbangan salah satu diantaranya PT Freeport adalah aktor konflik terpanjang di tanah Papua.
Kepada Cenderawasih Pos koordinator lapangan (Korlap) Enes Dapla meminta pemerintah untuk segera stop operasional PT Freeport. Menurutnya keberadaan PT Freeport di tanah Papua tidak membawa keberuntungan dan kesejahteraan bagi masyarakat orang asli Papua (OAP).
Hal ini ia sampaikan mengingat kehidupan masyarakat Papua hingga saat ini, hidup bertahan di dalam penderitaan dan penindasan serta pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)
"Oleh karena itu PT Freeport kami minta ditutup. Karena hanya menguntungkan bagi segelintir orang, sementara di satu sisi masyarakatnya hidup dalam keterpurukan," ungkapnya.
Dari pantauan Ceposonline.com, di lapangan, massa yang hadir dalam aksi tersebut masing-masing membawa poster yang bertulis; Tutup PT Freeport dan berikan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua, Rakyat jangan tunduk dibawah penguasa, bangkit melawan penindasan yang terjadi di atas tanah leluhur west Papua.
Di beberapa sudut ada beberapa poster juga bertuliskan "Indonesia jahat stop pencitraan dan pengalihan isu", "Freeport membunuh buruhnya dan protes ketidakadilan dengan memberi upah murah".
Amon (20) orator lain menyebut masyarakat asli Papua sudah mulai habis, sementara di satu sisi masyarakat pendatang bertumbuh pesat di tanah Papua.
Kwahatir dengan kondisi itu, ia meminta pemerintah untuk mengambil tindakan yang tegas serta menghentikan semua jenis pelanggaran yang terjadi di atas tanah ini (Papua).
Selain itu dirinya juga turut menyoroti taktik militer organik non organik di seluruh tanah papua. Serta meminta pemerintah untuk memberikan hak menentukan nasib sendiri.
"Kami minta mau merdeka, kami bosan hidup dengan NKRI," ucap Amon saat berorasi.
Aksi ini dikawal ketat oleh aparat keamanan dari Polsek Abepura, Heram, Polresta Jayapura hingga satuan Brimob Polda Papua. (*)
Editor : Weny Firmansyah