CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Kelangkaan stok gas LPG, khususnya tabung ukuran 12 kilogram, mulai meresahkan warga Kabupaten Mimika dalam dua pekan terakhir.
Kondisi ini dipicu oleh gangguan distribusi imbas eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, pasokan tambahan mulai masuk secara bertahap ke gudang agen.
Dari pantauan di lapangan, kekosongan stok sebelumnya melanda dua dari tiga agen resmi di Mimika.
Saat ini, salah satu agen dilaporkan telah menerima kiriman pasokan dari Sulawesi, sementara satu agen lainnya masih menunggu giliran distribusi.
Berbeda dengan tabung 12 kilogram yang langka, stok untuk ukuran 5,5 kilogram dan 50 kilogram dilaporkan masih melimpah.
Untuk menjaga stabilitas, pemerintah daerah memberlakukan sistem pengawasan ketat.
"Penjualan sementara dipusatkan di gudang agen dengan pengawasan personel Satpol-PP guna mencegah spekulan," ujar otoritas setempat.
Bupati Johannes Rettob mengonfirmasi bahwa salah satu agen baru saja menerima sekitar 700 tabung gas ukuran 12 kilogram.
Meski jumlah ini belum ideal untuk memenuhi seluruh kebutuhan daerah, ia menjamin pasokan besar akan tiba dalam waktu dekat.
"Masyarakat Mimika, saya harap jangan panic buying, ya. Sekarang mereka bicara tentang gas LPG habis, tidak usah khawatir. Masyarakat Mimika tetap tenang karena gas LPG kemarin baru turun 700... 700 yang 12 kilo," jelas Johannes saat ditemui di RSUD Mimika, Jumat (10/4/2024).
Johannes menekankan pentingnya pemerataan distribusi agar tidak terjadi penumpukan stok di tangan segelintir pihak.
"Kita jaga stok, tidak boleh ada yang ambil lebih daripada itu... itu stoknya," tambahnya.
Bupati memastikan normalisasi stok akan terjadi pada awal pekan depan, seiring dengan rencana masuknya ribuan tabung gas tambahan ke pelabuhan Mimika.
"Jadi bilang masyarakat, kamu tulis ya, masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu khawatir dengan gas itu, ya. Gas LPG tersedia berbagai ukuran mulai tanggal 13 ke atas," tegas Johannes.
Diperkirakan sebanyak 3.000 hingga 5.000 tabung LPG akan masuk ke Mimika pada 13 dan 14 April mendatang, yang diharapkan mampu mengakhiri krisis energi di wilayah tersebut. (*)