Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kemensos Perkuat Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia, Ini Tujuannya

Yohanes Palen • Selasa, 7 April 2026 - 13:29 WIB
Kemensos RI.
Kemensos RI.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) membuka peluang besar untuk memperluas kerja sama dengan PT Pos Indonesia. 

 

Tidak hanya sebagai penyalur bantuan sosial (bansos), PT Pos juga didorong untuk terlibat aktif dalam program pemberdayaan masyarakat penerima manfaat.

 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, sinergi tersebut memiliki potensi besar mengingat luasnya jaringan PT Pos hingga ke pelosok daerah, yang didukung sekitar 25.000 titik layanan termasuk agen dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

 

“Ke depan, jika bisa bersinergi dalam pemberdayaan, dampaknya akan luar biasa dengan kekuatan jaringan yang dimiliki PT Pos,”ucapSaifullah Yusuf dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

 

Pria yang biasa disapa Gus Ipul ini kini tengah mendorong agar skema kolaborasi segera dirumuskan sehingga PT Pos dapat berperan lebih luas, tidak hanya menyalurkan bansos, tetapi juga membantu menekan biaya distribusi.

 

Selama ini, penyaluran bansos melalui PT Pos tidak dikenakan biaya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

 

Seluruh biaya ditanggung pemerintah tanpa potongan, sehingga bantuan diterima secara utuh.

 

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas penguatan sinergi agar penyaluran bansos semakin cepat, tepat sasaran, dan efisien. 

 

Hal ini menjadi krusial karena data penerima terus diperbarui setiap tiga bulan, mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

 

Gus Ipul menjelaskan, bagi penerima baru yang belum memiliki rekening, penyaluran tercepat dilakukan melalui PT Pos. 

 

Setelah itu, barulah bantuan dialihkan melalui bank Himbara setelah proses pembukaan rekening selesai.

 

“Pembukaan rekening bisa memakan waktu lebih dari tiga bulan. Cara tercepat menyalurkan bantuan bagi penerima baru adalah melalui PT Pos,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, bansos merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara sebagai jaring pengaman sosial, terutama dalam situasi sulit. 

 

Untuk itu peran PT Pos juga dinilai vital dalam menjangkau wilayah terdampak bencana yang membutuhkan distribusi cepat dan fleksibel.

 

Di sisi lain, Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menyambut baik rencana penguatan kerja sama tersebut. 

 

Ia menegaskan komitmen PT Pos untuk menghadirkan layanan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.

 

Daud juga mengungkapkan pesan dari Prabowo Subianto agar kualitas layanan terus ditingkatkan, mulai dari pembaruan data hingga memastikan tidak ada keterlambatan maupun kebocoran dalam penyaluran bantuan.

 

“Kami memastikan tidak ada keterlambatan, tidak ada pungutan liar, dan memberikan fleksibilitas bagi penerima bantuan,” tegasnya.

 

PT Pos, lanjut Daud, juga aktif memantau pelaksanaan penyaluran bansos di lapangan, termasuk melalui pemberitaan media, guna memastikan setiap kendala dapat segera ditindaklanjuti.

 

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat efektivitas penyaluran bansos, tetapi juga memperluas dampak program pemberdayaan, sehingga masyarakat penerima manfaat dapat semakin mandiri dan sejahtera. (*).

Editor : Yohanes Palen
#kemensos ri #pt pos indonesia #bansos #Ceposonline.com