25.7 C
Jayapura
Sunday, October 1, 2023

Usai Penembakan di Kuala Kencana, Ini yang Dilakukan PT FI

Juru Bicara PTFI Riza Pratama

TIMIKA-PT Freeport Indonesia bersama pihak pasukan keamanan pemerintah langsung berupaya meningkatkan langkah-langkah pengamanan lebih lanjut di seluruh wilayah Kuala Kencana menyusul insiden penembakan pada hari Senin kemarin yang telah menyebabkan meninggalnya karyawan PT Freeport Indonesia, Graeme Thomas Wall, 57 tahun dan telah menyebabkan dua korban cedera serius, Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar.

Dimana setelah terjadinya insiden penembakan tersebut, patroli pasukan bersenjata telah ditambah di seluruh Kuala Kencana. Patroli difokuskan pada area-area pemukiman pada malam hari dan ditingkatkan pada area-area komunitas dan area kerja pada siang hari.

“Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka. Saat ini, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan,” ujar Juru Bicara PTFI Riza Pratama dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (1/4) malam.

Baca Juga :  Pengiriman 24 Bungkus Ganja Dikendalikan Napi dari Lapas Doyo

Menurutnya, kemarin jenazah Graeme Thomas Wall, karyawan PTFI yang meninggal akibat insiden penembakan tersebut, telah diberangkatkan dengan pesawat Airfast dari Timika ke Jakarta untuk keperluan otopsi.

Pemberangkatan dengan Airfast dilakukan sesuai dengan izin yang diterima dari Pemerintah Daerah

Mimika. “Keluarga besar PT Freeport Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami bekerjasama dengan keluarga almarhum untuk rencana repatriasi jenazah ke negara asal, New Zealand. Wall telah bekerja bersama perusahaan selama 15 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, beserta empat orang anak.”ungkap Riza Pratama.

Sementara itu, dua orang korban luka dalam insiden penembakan yang sama, saat ini dalam proses pemulihan di RS Tembagapura. Keduanya dalam kondisi stabil. “PT Freeport Indonesia akan menyampaikan informasi selanjutnya bilamana ada laporan perkembangan baru dari kejadian ini.”tambahnya. (tri)

Baca Juga :  Dorong Output dan Outcome dari Budidaya Anggrek serta Tanaman Hias

Juru Bicara PTFI Riza Pratama

TIMIKA-PT Freeport Indonesia bersama pihak pasukan keamanan pemerintah langsung berupaya meningkatkan langkah-langkah pengamanan lebih lanjut di seluruh wilayah Kuala Kencana menyusul insiden penembakan pada hari Senin kemarin yang telah menyebabkan meninggalnya karyawan PT Freeport Indonesia, Graeme Thomas Wall, 57 tahun dan telah menyebabkan dua korban cedera serius, Ucok Simanungkalit dan Jibril Bahar.

Dimana setelah terjadinya insiden penembakan tersebut, patroli pasukan bersenjata telah ditambah di seluruh Kuala Kencana. Patroli difokuskan pada area-area pemukiman pada malam hari dan ditingkatkan pada area-area komunitas dan area kerja pada siang hari.

“Kami menyikapi kejadian yang telah mengancam nyawa karyawan kami dengan sangat serius. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan para karyawan dan keluarga mereka. Saat ini, perusahaan juga telah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di Kuala Kencana sampai waktu yang dinyatakan aman oleh pihak keamanan,” ujar Juru Bicara PTFI Riza Pratama dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (1/4) malam.

Baca Juga :  Pengiriman 24 Bungkus Ganja Dikendalikan Napi dari Lapas Doyo

Menurutnya, kemarin jenazah Graeme Thomas Wall, karyawan PTFI yang meninggal akibat insiden penembakan tersebut, telah diberangkatkan dengan pesawat Airfast dari Timika ke Jakarta untuk keperluan otopsi.

Pemberangkatan dengan Airfast dilakukan sesuai dengan izin yang diterima dari Pemerintah Daerah

Mimika. “Keluarga besar PT Freeport Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami bekerjasama dengan keluarga almarhum untuk rencana repatriasi jenazah ke negara asal, New Zealand. Wall telah bekerja bersama perusahaan selama 15 tahun. Almarhum meninggalkan seorang istri, beserta empat orang anak.”ungkap Riza Pratama.

Sementara itu, dua orang korban luka dalam insiden penembakan yang sama, saat ini dalam proses pemulihan di RS Tembagapura. Keduanya dalam kondisi stabil. “PT Freeport Indonesia akan menyampaikan informasi selanjutnya bilamana ada laporan perkembangan baru dari kejadian ini.”tambahnya. (tri)

Baca Juga :  Amankan Final Papua-Jabar, Kerahkan 300 Personel TNI-Polri
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img