25.7 C
Jayapura
Sunday, October 1, 2023

Penumpang Sipil Hercules Atas Permintaan Bupati Keerom dan Bupati Jayapura

Komandan Lanud  Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso memberikan klarifikasi  terkait pemberitaan disalah satu media online terkait adanya  penum­pang sipil yang ikut dalam penerbangan pesawat Hercules milik TNI AU dari Biak, Timika, Sentani Jayapura. Dimana pesawat tersebut sempat transit di Bandara Wamena, Jayawijaya, Sabtu (4/4) pagi.

Dia mengakui, ada  enam orang penumpang sipil yang ikut dalam penerbangan meng­gunakan pesawat Hercules TNI AU tersebut. Namun layanan terbang untuk enam penumpang sipil itu, pihaknya mengizinkan setelah adanya permintaan melalui surat  resmi yang ditandatangi oleh  bupati yakni Bupati Jayapura dan Bupati Keerom.

“Jadi itu ada surat resmi dari kepala daerah. Yaitu bupati Jayapura dan Kerom,” ungkap Danlanud Tri Bowo saat dikonfirmasi media ini, Minggu (5/4), malam.

Baca Juga :  Papua Harus Bersatu Tolak Blok Wabu 

Menurudnya, enam warga sipil itu terdiri dari  ASN yang juga anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura maupun Keerom. Bahkan kata dia,  dua diantaranya merupakan dokter yang bertugas di RSUD Yowari yang mana tenaganya sangat dibutuhkan untuk  penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Jayapura yang sementara ini dirawat di RSUD Yowari.

 “Saya hanya  membantu pemerintah daerah. Kami justru senang kalau tidak mengangkut penumpang. Kalau mau jujur kita malah sedikit direpotkan, namun karena ini diperlukan sehingga kita tetap perjuangkan. Namun kemudian  malah diberitakan macam-macam. Saya marah besar,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Pihaknya juga menyesalkan langkah salah satu media online yang memuat berita namun tidak melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Pihaknya khawatir, dengan adanya pemberitaan tersebut seolah-olah tidak mengikuti kebijakan pembatasan layanan terbang bagi warga sipil dalam rangka membatsi Covid-19 di Papua.(roy/nat)

Baca Juga :  Polri Tunggu Hasil Audit Investigasi ASABRI

Komandan Lanud  Silas Papare Marsma TNI Tri Bowo Budi Santoso memberikan klarifikasi  terkait pemberitaan disalah satu media online terkait adanya  penum­pang sipil yang ikut dalam penerbangan pesawat Hercules milik TNI AU dari Biak, Timika, Sentani Jayapura. Dimana pesawat tersebut sempat transit di Bandara Wamena, Jayawijaya, Sabtu (4/4) pagi.

Dia mengakui, ada  enam orang penumpang sipil yang ikut dalam penerbangan meng­gunakan pesawat Hercules TNI AU tersebut. Namun layanan terbang untuk enam penumpang sipil itu, pihaknya mengizinkan setelah adanya permintaan melalui surat  resmi yang ditandatangi oleh  bupati yakni Bupati Jayapura dan Bupati Keerom.

“Jadi itu ada surat resmi dari kepala daerah. Yaitu bupati Jayapura dan Kerom,” ungkap Danlanud Tri Bowo saat dikonfirmasi media ini, Minggu (5/4), malam.

Baca Juga :  PKL dan Tukang Ojek Dilarang Beraktivitas di Pasar Lama

Menurudnya, enam warga sipil itu terdiri dari  ASN yang juga anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Jayapura maupun Keerom. Bahkan kata dia,  dua diantaranya merupakan dokter yang bertugas di RSUD Yowari yang mana tenaganya sangat dibutuhkan untuk  penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Jayapura yang sementara ini dirawat di RSUD Yowari.

 “Saya hanya  membantu pemerintah daerah. Kami justru senang kalau tidak mengangkut penumpang. Kalau mau jujur kita malah sedikit direpotkan, namun karena ini diperlukan sehingga kita tetap perjuangkan. Namun kemudian  malah diberitakan macam-macam. Saya marah besar,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Pihaknya juga menyesalkan langkah salah satu media online yang memuat berita namun tidak melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Pihaknya khawatir, dengan adanya pemberitaan tersebut seolah-olah tidak mengikuti kebijakan pembatasan layanan terbang bagi warga sipil dalam rangka membatsi Covid-19 di Papua.(roy/nat)

Baca Juga :  Bocah 10 Tahun Tewas Usai Dianiaya Ayah Angkat
spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img