25.7 C
Jayapura
Tuesday, May 30, 2023

Kehabisan Waktu!, TNI/Polri Akan Lakukan Tindakan Terukur Terhadap KST

MIMIKA-Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menyampaikan sampai saat ini berbagai upaya yang dilakukan TNI/Polri dalam penanganan Pilot Susi Air Capt Philip Mark Mahrtens yang masih ditahan oleh kelompok KST pimpinan Egianus Kogoya

Adapun langkah yang mereka lakukan adalah dengan melakukan pendekatan dialog atau Soft Approach dengan melibatkan Tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Nduga. Namun mengingat waktu, aparat TNI Polri punya standart operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut, yaitu harus ada batas waktunya.

“Saya tidak bisa sampaikan dan ungkapkan waktunya karena ini suatu hal yang dirahasiakan. tetapi apabila tiba waktunya, maka TNI Polri akan melakukan penegakan Hukum secara terukur, terpilih dan terarah,” tegas Pangdam XVII/Cenderawasih di Mako Lanud Yohanis Kapiyau, kamis (16/2).

Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan kesiapan, aparat TNI/Polri sudah terpilih dan terseleksi guna untuk melaksanakan tugasnya dengan terukur, terpilih dan terarah.

“Kita sudah bekali dan sudah diberikan arahan tentang hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Antara lain penegakan HAM, jadi jangan diragukan apabila nanti tindakan ini dilakukan kita tidak keluar dari rambu-rambu HAM,” tandas Mayjen TNI Muh. Saleh Mustafa.

Baca Juga :  Kembali, Tanda Raisa Kembali

Iapun menyampaikan dirinya sudah menugaskan Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring sebagai Dankolaksops TNI untuk memimpin pelaksanaan operasi pencarian Pilot Susi Air namun dalam hal ini Danrem 172/PWY akan berkolaborasi dan bersinergi dengan Damai Cartenz yang dipimpin oleh Kombes Pol Faisal.

Dalam proses pencarian Pilot Susi Air ia sampaikan pihaknya secara teknis dan taktis sudah dipersiapkan secara matang.

“Kami melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kedutaan Selandia Baru. Sampai saat ini berlangsung baik. Wakil Kedutaan Selandia Baru sangat mendukung apa yang dilakukan TNI Polri dalam penegakan Hukum. Namun upaya penyelamatan nyawa Pilot Philip Mark Mahrtens ini menjadi prioritas utama,” Kata Pangdam XVII/Cenderawasih.

Iapun mengatakan yang dihadapi oleh TNI/Polri saat ini sebenarnya bukan pelaku dari kelompok separatis, namun pelaku teroris yang melakukan upaya-upaya pelanggaran kriminal. Oleh karenanya itu TNI Polri akan melakukan operasi penegakan Hukum secara terukur.

Baca Juga :  Komnas HAM Kategorikan Pelanggaran HAM Serius

Di tempat yang sama, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring mengatakan akan mengerahkan sumber daya yang dimiliki TNI dan Polri termasuk BIN dan yang lainnya dalam mencari mengevakuasi Pilot Susi Air.

“Personel Damai Cartenz dan Kopasgat telah mengamankan Bandara Paro. Saat ini situasi di Paro Nduga sudah tidak ada masyarakat, tetapi Bandara sudah diamankan dan bisa digunakan,” kata Danrem 172/PWY.

“Bagi yang menghalangi-menghalangi atau tidak mendukung terhadap kegiatan yang dilakukan penegakan Hukum oleh TNI Polri berarti bagian dari teroris tersebut,” tegad Brigjen TNI J.O. Sembiring.

Sementara itu, Danpas III Brimob Brigjen Pol Gatot mengungkapkan keterlibatan satuan Brimob mendukung pencarian Pilot Susi Air dan terus melaksanakan pencarian dalam rangka penegakkan Hukum seperti TNI yang juga memiliki batas waktunya. (rel/gin)

MIMIKA-Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menyampaikan sampai saat ini berbagai upaya yang dilakukan TNI/Polri dalam penanganan Pilot Susi Air Capt Philip Mark Mahrtens yang masih ditahan oleh kelompok KST pimpinan Egianus Kogoya

Adapun langkah yang mereka lakukan adalah dengan melakukan pendekatan dialog atau Soft Approach dengan melibatkan Tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah Nduga. Namun mengingat waktu, aparat TNI Polri punya standart operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut, yaitu harus ada batas waktunya.

“Saya tidak bisa sampaikan dan ungkapkan waktunya karena ini suatu hal yang dirahasiakan. tetapi apabila tiba waktunya, maka TNI Polri akan melakukan penegakan Hukum secara terukur, terpilih dan terarah,” tegas Pangdam XVII/Cenderawasih di Mako Lanud Yohanis Kapiyau, kamis (16/2).

Pangdam XVII/Cenderawasih mengatakan kesiapan, aparat TNI/Polri sudah terpilih dan terseleksi guna untuk melaksanakan tugasnya dengan terukur, terpilih dan terarah.

“Kita sudah bekali dan sudah diberikan arahan tentang hal-hal yang harus dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Antara lain penegakan HAM, jadi jangan diragukan apabila nanti tindakan ini dilakukan kita tidak keluar dari rambu-rambu HAM,” tandas Mayjen TNI Muh. Saleh Mustafa.

Baca Juga :  Prioritas Hentikan Aksi Teror KKSB

Iapun menyampaikan dirinya sudah menugaskan Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring sebagai Dankolaksops TNI untuk memimpin pelaksanaan operasi pencarian Pilot Susi Air namun dalam hal ini Danrem 172/PWY akan berkolaborasi dan bersinergi dengan Damai Cartenz yang dipimpin oleh Kombes Pol Faisal.

Dalam proses pencarian Pilot Susi Air ia sampaikan pihaknya secara teknis dan taktis sudah dipersiapkan secara matang.

“Kami melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kedutaan Selandia Baru. Sampai saat ini berlangsung baik. Wakil Kedutaan Selandia Baru sangat mendukung apa yang dilakukan TNI Polri dalam penegakan Hukum. Namun upaya penyelamatan nyawa Pilot Philip Mark Mahrtens ini menjadi prioritas utama,” Kata Pangdam XVII/Cenderawasih.

Iapun mengatakan yang dihadapi oleh TNI/Polri saat ini sebenarnya bukan pelaku dari kelompok separatis, namun pelaku teroris yang melakukan upaya-upaya pelanggaran kriminal. Oleh karenanya itu TNI Polri akan melakukan operasi penegakan Hukum secara terukur.

Baca Juga :  Resolusi KAPP: Tanah dan Air Milik Masyarakat Adat 

Di tempat yang sama, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring mengatakan akan mengerahkan sumber daya yang dimiliki TNI dan Polri termasuk BIN dan yang lainnya dalam mencari mengevakuasi Pilot Susi Air.

“Personel Damai Cartenz dan Kopasgat telah mengamankan Bandara Paro. Saat ini situasi di Paro Nduga sudah tidak ada masyarakat, tetapi Bandara sudah diamankan dan bisa digunakan,” kata Danrem 172/PWY.

“Bagi yang menghalangi-menghalangi atau tidak mendukung terhadap kegiatan yang dilakukan penegakan Hukum oleh TNI Polri berarti bagian dari teroris tersebut,” tegad Brigjen TNI J.O. Sembiring.

Sementara itu, Danpas III Brimob Brigjen Pol Gatot mengungkapkan keterlibatan satuan Brimob mendukung pencarian Pilot Susi Air dan terus melaksanakan pencarian dalam rangka penegakkan Hukum seperti TNI yang juga memiliki batas waktunya. (rel/gin)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru