26.7 C
Jayapura
Friday, September 29, 2023

Pembatasan Sosial Diperpanjang Lagi Dua Minggu

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua bersama Forkopimda Provinsi Papua dan bupati/wali kota se-Papua kembali sepakat untuk  memperpanjang masa pembatasan sosial yang diperluas di Papua.

Dalam rapat bersama antara Pemprov dengan Forkopimda Papua serta bupati/wali kota se-Papua di Gedung Negara, Rabu (22/4), masa pembatasan sosial yang diperluas di Papua disepakati diperpanjang lagi dua minggu.

Dengan kata aktivitas perkantoran, aktivitas belajar-mengajar di sekolah hingga penerbangan dan pelayaran bagi penumpang di bandar udara dan pelabuhan masih dibatasi aksesnya hingga 2 minggu ke depan atau hingga tanggal 6 Mei 2020.

“Kita akan perpanjang lagi masa pembatasan sosial yang diperluas ini, yang mana efektifnya mulai 24 April hingga 6 Mei bulan depan. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa ini dilakukan karena situasi dan kondisi kita akhir-akhir ini yang jumlah kasus Covid-19 makin meningkat pesat, yakni 24 kasus positif kumulatif, yang mana kita sudah di peringkat 4 secara nasional, setelah Bali,” ungkap Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., usai memimpin rapat, kemarin.

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Proses Pencairan Gaji ke-13

Berdasarkan data terkini dari Satgas Covid 19 Provinsi Papua, jumlah kasus positif kumulatif di Papua telah mencapai 124 kasus. Dimana 84 pasien di antaranya tengah mendapat perawatan, 33 pasien sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia.

“Makanya, kami sepakat untuk perlu menindaklanjuti hal ini dengan memperpanjang masa pembatasan sosial yang diperluas hingga dua minggu ke depan lagi. Dalam dua minggu ke depan ini, kita bekerja sama, dalam hal ini masyarakat, pemerintah, dan TNI-Polri, serta stakeholder terkait lainnya” tegasnya.

Dikatakan, dengan bergandengan tangan melawan penyebaran Covid-19 di Papua, maka diharapkan bahwa pada awal Mei nanti, grafik kasus Covid-19 di Papua dapat berangsur turun (berkurang), sebagaimana hal inipun diharapkan negara (pemerintah pusat).

“Dengan bersatu padu, bekerja keras, saya yakin kita bisa menurunkan jumlah kasus Covid 19 di Papua. Bukan apa, walaupun kasus positif kumulatif kita mencapai 124 kasus, namun secara umum, tingkat kasus sembuh kita berada di urutan teratas di Indonesia. Dengan capaian rata-rata kasus secara nasional mencapai 11 persen, punya kita 27 persen (33 kasus sembuh di Papua),” terangnya.

Baca Juga :  Dukung Pendidikan di Kampung yang Sulit Dijangkau

Wagub Tinal mengaku yakin kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan TNI-Polri ini bisa berbuah hal positif dalam dua minggu ke depan masa perpanjangan pembatasan sosial yang diperluas.

Untuk itu, masyarakat tak henti-hentinya diminta untuk dapat mematuhi aturan yang telah disampaikan pemerintah terkait Covid-19. Dalam hal ini menerapkan pembatasan sosial dengan tidak berkumpul, perbanyak tinggal di rumah, tidak perlu keluar rumah jikalau tidak ada urusan penting maupun mendesak, serta kalau terpaksa keluar rumah, maka diwajibkan mengenakan masker.

“Kalau tidak, aktivitas tidak boleh lebih dari pukul 14.00 siang. Karena secara medis, setelah pukul 14.00 siang, tingkat aktivitas virus Corona ini sedang tinggi-tingginya. Karena itu, kami minta aktivitas dikurangi, bahkan dihentikan setelah pukul 14.00 siang,” pungkasnya. (gr/oel/nat)

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua bersama Forkopimda Provinsi Papua dan bupati/wali kota se-Papua kembali sepakat untuk  memperpanjang masa pembatasan sosial yang diperluas di Papua.

Dalam rapat bersama antara Pemprov dengan Forkopimda Papua serta bupati/wali kota se-Papua di Gedung Negara, Rabu (22/4), masa pembatasan sosial yang diperluas di Papua disepakati diperpanjang lagi dua minggu.

Dengan kata aktivitas perkantoran, aktivitas belajar-mengajar di sekolah hingga penerbangan dan pelayaran bagi penumpang di bandar udara dan pelabuhan masih dibatasi aksesnya hingga 2 minggu ke depan atau hingga tanggal 6 Mei 2020.

“Kita akan perpanjang lagi masa pembatasan sosial yang diperluas ini, yang mana efektifnya mulai 24 April hingga 6 Mei bulan depan. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa ini dilakukan karena situasi dan kondisi kita akhir-akhir ini yang jumlah kasus Covid-19 makin meningkat pesat, yakni 24 kasus positif kumulatif, yang mana kita sudah di peringkat 4 secara nasional, setelah Bali,” ungkap Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., usai memimpin rapat, kemarin.

Baca Juga :  Lompat dari Kapal Putih, Seorang Remaja Hilang Tenggelam

Berdasarkan data terkini dari Satgas Covid 19 Provinsi Papua, jumlah kasus positif kumulatif di Papua telah mencapai 124 kasus. Dimana 84 pasien di antaranya tengah mendapat perawatan, 33 pasien sembuh, dan tujuh pasien meninggal dunia.

“Makanya, kami sepakat untuk perlu menindaklanjuti hal ini dengan memperpanjang masa pembatasan sosial yang diperluas hingga dua minggu ke depan lagi. Dalam dua minggu ke depan ini, kita bekerja sama, dalam hal ini masyarakat, pemerintah, dan TNI-Polri, serta stakeholder terkait lainnya” tegasnya.

Dikatakan, dengan bergandengan tangan melawan penyebaran Covid-19 di Papua, maka diharapkan bahwa pada awal Mei nanti, grafik kasus Covid-19 di Papua dapat berangsur turun (berkurang), sebagaimana hal inipun diharapkan negara (pemerintah pusat).

“Dengan bersatu padu, bekerja keras, saya yakin kita bisa menurunkan jumlah kasus Covid 19 di Papua. Bukan apa, walaupun kasus positif kumulatif kita mencapai 124 kasus, namun secara umum, tingkat kasus sembuh kita berada di urutan teratas di Indonesia. Dengan capaian rata-rata kasus secara nasional mencapai 11 persen, punya kita 27 persen (33 kasus sembuh di Papua),” terangnya.

Baca Juga :  Sehari, Dua Awak Kapal Dilaporkan Meninggal Dunia

Wagub Tinal mengaku yakin kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan TNI-Polri ini bisa berbuah hal positif dalam dua minggu ke depan masa perpanjangan pembatasan sosial yang diperluas.

Untuk itu, masyarakat tak henti-hentinya diminta untuk dapat mematuhi aturan yang telah disampaikan pemerintah terkait Covid-19. Dalam hal ini menerapkan pembatasan sosial dengan tidak berkumpul, perbanyak tinggal di rumah, tidak perlu keluar rumah jikalau tidak ada urusan penting maupun mendesak, serta kalau terpaksa keluar rumah, maka diwajibkan mengenakan masker.

“Kalau tidak, aktivitas tidak boleh lebih dari pukul 14.00 siang. Karena secara medis, setelah pukul 14.00 siang, tingkat aktivitas virus Corona ini sedang tinggi-tingginya. Karena itu, kami minta aktivitas dikurangi, bahkan dihentikan setelah pukul 14.00 siang,” pungkasnya. (gr/oel/nat)

spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru

spot_img