25.7 C
Jayapura
Wednesday, October 4, 2023

Setelah Ditetapkan Tersangka, Polisi Beberkan Cara Pelaku Beraksi

JAYAPURA- Setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian, Satuan Reskrim Polres Nabire beberkan peran masin-masing sembilan tersangka sindikat pencurian yang terjadi Nabire sejak Maret 2019 hingga April 2020.

Adapun sembilan orang tersangka yakni, AB, MFK, RMA, JM, FE, ATM, MT, ZA dan IH. Sementara empat tersangka lainnya dalam DPO yakni, BY, YB, AD dan MS.

Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Dionisius V.D. P Helan menerangkan, sembilan orang tersangka ini memiliki peran masing-masing. Ada sebagai pemantau situasi, pemeta lapangan, sebagai leader dan sebagai tempat penyimpanan barang-barang hasil kejahatannya.

“Para pelaku ini cara kerjanya sangat profesional. Mereka sudah terbiasa dengan aksi kejahatan yang mereka lakukan,” terangnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (23/4).

Baca Juga :  Kantor KPU Yahukimo Terbakar

Ia menerangkan, saat melakukan aksinya, para pelaku menggunakan mobil. Dimana ada yang memantau situasi terlebih dahulu, dan ketika melihat motor di jalan raya, maka motor tersebut diangkut ke dalam mobil dan dibawa kabur.

“Aksi mereka sudah terstruktur dan profesional. Ada juga melihat rumah-rumah kosong  pada malam hari lalu bereaksi,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Abepura ini mengklaim, ini merupakan aksi pertama kalinya terjadi di wilayah hukumnya. Dimana para pelaku bertindak dengan teknik yang professional.

“Dari hasil kejahatan yang mereka lakukan itu untuk menyambung hidupnya. Mereka menganggap ini suatu pekerjaan mereka. Apalagi ini dilakukan sejak Juni 2019 hingga Maret 2020,” ungkapnya.

Adapun sembilan pelaku pencurian ini melakukan aksinya sejak Juni 2019 hingga Maret 2020. Dengan wilayah pencurian Distrik Makimi, Distrik Yaur dan Distrik Makimi hingga Distrik Siriwo.

Baca Juga :  Nahkoda KMN. Ringgo Natuna Akhirnya Berhasil Ditemukan, Begini Kondisinya

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) Jo Pasal 362 KUHP. Barang siapa mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang diakukan pada malam hari dan lebih dari dua orang dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun. (fia/nat)

JAYAPURA- Setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencurian, Satuan Reskrim Polres Nabire beberkan peran masin-masing sembilan tersangka sindikat pencurian yang terjadi Nabire sejak Maret 2019 hingga April 2020.

Adapun sembilan orang tersangka yakni, AB, MFK, RMA, JM, FE, ATM, MT, ZA dan IH. Sementara empat tersangka lainnya dalam DPO yakni, BY, YB, AD dan MS.

Kasat Reskrim Polres Nabire, AKP Dionisius V.D. P Helan menerangkan, sembilan orang tersangka ini memiliki peran masing-masing. Ada sebagai pemantau situasi, pemeta lapangan, sebagai leader dan sebagai tempat penyimpanan barang-barang hasil kejahatannya.

“Para pelaku ini cara kerjanya sangat profesional. Mereka sudah terbiasa dengan aksi kejahatan yang mereka lakukan,” terangnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Kamis (23/4).

Baca Juga :  Banyak Warga Tak Paham Dengan Ganjil Genap

Ia menerangkan, saat melakukan aksinya, para pelaku menggunakan mobil. Dimana ada yang memantau situasi terlebih dahulu, dan ketika melihat motor di jalan raya, maka motor tersebut diangkut ke dalam mobil dan dibawa kabur.

“Aksi mereka sudah terstruktur dan profesional. Ada juga melihat rumah-rumah kosong  pada malam hari lalu bereaksi,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Abepura ini mengklaim, ini merupakan aksi pertama kalinya terjadi di wilayah hukumnya. Dimana para pelaku bertindak dengan teknik yang professional.

“Dari hasil kejahatan yang mereka lakukan itu untuk menyambung hidupnya. Mereka menganggap ini suatu pekerjaan mereka. Apalagi ini dilakukan sejak Juni 2019 hingga Maret 2020,” ungkapnya.

Adapun sembilan pelaku pencurian ini melakukan aksinya sejak Juni 2019 hingga Maret 2020. Dengan wilayah pencurian Distrik Makimi, Distrik Yaur dan Distrik Makimi hingga Distrik Siriwo.

Baca Juga :  Muaythai Genjot Performa Atlet

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat (2) Jo Pasal 362 KUHP. Barang siapa mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang diakukan pada malam hari dan lebih dari dua orang dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun. (fia/nat)

spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img