30.7 C
Jayapura
Wednesday, October 4, 2023

Tokoh Agama : Terapkan Hidup Sehat dan Ikuti Anjuran Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19

Cegah Penularan Covid-19 Dengan Tidak Mudik

JAYAPURA- Di tengah pandemic virus corona atau Covid-19, tokoh agama himbau masyarakat untuk terapkan pola hidup sehat, tetap tenang dan ikuti anjuran pemerintah dalah penanganan Covid-19.

Imbauan tersebut datang dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt. Lipius Biniluk dan Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Baiturrahim Jayapura sekaligus Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Jayapura KH. Abdul Kahar Yelipele.

Pdt. Lipius Biniluk mengimbau masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk selalu menggunakan masker. Hal ini dikarenakan penularan virus melalui batuk dan apa saja dari mulut kita jadi hati-hati.

Selain itu, sediakan air cuci tangan di rumah masing-masing. Jika  keluar rumah dan kembali kerumah agar segera mandi dan ganti pakaian. Hal ini penting sekali kita lakukan, karena dampak dari Covid 19 ini adalah korban nyawa jadi hal-hal yang kami sampaikan melalui media sosial, televisi apa saja itu harus dilakukan.

“Covid 19 melanda dunia banyak menjadi korban, jadi ini dampak negatifnya luar biasa tidak pandang siapa, mau pejabat tinggi kah, masyarakat petani masyarakat pengusaha semua bisa jadi korban covid 19. Oleh sebab itu pemerintah dari pusat maupun daerah menghimbau kepada kita semua siapapun orangnya untuk menjaga diri dan sosial distancing, hindari berkerumun dengan orang banyak,” ucapnya sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (12/4).

Baca Juga :  Dituduh Berbohong, Natalius Pigai Beri Penjelasan

Ia mengimbau seluruh umat Kristiani yang ada di Tanah Papua tidak boleh beribadah di gereja, melainkan beribadahlah di rumah masing-masing. Pimpinan gereja menyediakan live streaming di rumah masing-masing tidak boleh kumpul bersama di tempat ibadah.

Selain itu, umat muslim juga akan melakukan puasa menjelang Idul Fitri. Sehingga itu ia menghimbau untuk tidak mudik tetap tahan diri karena pemerintah sudah putuskan doa puasa di rumah masing-masing kita belajar taat terhadap pemerintah yang sudah putuskan dan juga Majelis Ulama Indonesia sudah himbau untuk tetap di rumah jadi yang mau pulang mudik ke Jawa agar ditunda untuk sementara ini.

“Imbauan dari pemerintah dan juga Majelis Ulama Indonesia kita tetap di rumah, kami dari umat Kristen mendukung apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat dan Kementerian Agama supaya semua aman dan lancar,” ucapnya.

KH. Abdul Kahar Yelipele (Elfira/Cepos)

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Baiturrahim Jayapura sekaligus Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Jayapura KH. Abdul Kahar Yelipele mengimbau masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk disiplin dan taati anjuran pemerintah dalam penanganan Covid 19.

Baca Juga :  Gara – gara Pemuda Ini Wali Kota Sampai Berteriak Kencang di Halaman Pengadilan 

Kepada seluruh pimpinan agama, pimpinan Ketua – ketua Paguyuban agar mensosialisasikan kepada masyarakatnya bahwa virus ini sangat berbahaya sehingga kita harus mengikuti anjuran pemerintah dengan lakukan sosial distancing. Kita doakan bersama agar virus ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktifitas seperti biasanya.

“Masyarakat agar tidak melaksanakan mudik lebaran tahun ini 2020, tetap di rumah saja dan laksanakan social distancing serta gunakan masker selalu cuci tangan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” ucapnya.

Dikatakan, kegiatan mudik tahunan jelang lebaran atau Idul Fitri identik dengan pengumpulan massa besar yang berdesakan. Baik saat pemberangkatan, dalam perjalanan, hingga di lokasi tujuan, sehingga rawan bagi pemudik itu sendiri. Dan pastinya stamina atau imunitas ketahanan tubuh pemudik drastis drop, sehingga menjadi rentang terjangkit penyakit atau serangan Covid-19 yang saat ini sedang dihadapi.

“Mari bersama-sama kita mencegah penyebaran Covid-19 dengan tetap di rumah dan tidak melaksanakan kegiatan mudik. Sayangi orang tuamu dan keluargamu, jangan sampai mereka menjadi korban Covid-19,” pungkasnya. (fia/wen)

Cegah Penularan Covid-19 Dengan Tidak Mudik

JAYAPURA- Di tengah pandemic virus corona atau Covid-19, tokoh agama himbau masyarakat untuk terapkan pola hidup sehat, tetap tenang dan ikuti anjuran pemerintah dalah penanganan Covid-19.

Imbauan tersebut datang dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt. Lipius Biniluk dan Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Baiturrahim Jayapura sekaligus Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Jayapura KH. Abdul Kahar Yelipele.

Pdt. Lipius Biniluk mengimbau masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk selalu menggunakan masker. Hal ini dikarenakan penularan virus melalui batuk dan apa saja dari mulut kita jadi hati-hati.

Selain itu, sediakan air cuci tangan di rumah masing-masing. Jika  keluar rumah dan kembali kerumah agar segera mandi dan ganti pakaian. Hal ini penting sekali kita lakukan, karena dampak dari Covid 19 ini adalah korban nyawa jadi hal-hal yang kami sampaikan melalui media sosial, televisi apa saja itu harus dilakukan.

“Covid 19 melanda dunia banyak menjadi korban, jadi ini dampak negatifnya luar biasa tidak pandang siapa, mau pejabat tinggi kah, masyarakat petani masyarakat pengusaha semua bisa jadi korban covid 19. Oleh sebab itu pemerintah dari pusat maupun daerah menghimbau kepada kita semua siapapun orangnya untuk menjaga diri dan sosial distancing, hindari berkerumun dengan orang banyak,” ucapnya sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Minggu (12/4).

Baca Juga :  Razia di Depan Uncen, 18 Terjaring 2 Kendaraan Punya LP

Ia mengimbau seluruh umat Kristiani yang ada di Tanah Papua tidak boleh beribadah di gereja, melainkan beribadahlah di rumah masing-masing. Pimpinan gereja menyediakan live streaming di rumah masing-masing tidak boleh kumpul bersama di tempat ibadah.

Selain itu, umat muslim juga akan melakukan puasa menjelang Idul Fitri. Sehingga itu ia menghimbau untuk tidak mudik tetap tahan diri karena pemerintah sudah putuskan doa puasa di rumah masing-masing kita belajar taat terhadap pemerintah yang sudah putuskan dan juga Majelis Ulama Indonesia sudah himbau untuk tetap di rumah jadi yang mau pulang mudik ke Jawa agar ditunda untuk sementara ini.

“Imbauan dari pemerintah dan juga Majelis Ulama Indonesia kita tetap di rumah, kami dari umat Kristen mendukung apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat dan Kementerian Agama supaya semua aman dan lancar,” ucapnya.

KH. Abdul Kahar Yelipele (Elfira/Cepos)

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Masjid Raya Baiturrahim Jayapura sekaligus Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kota Jayapura KH. Abdul Kahar Yelipele mengimbau masyarakat yang ada di Tanah Papua untuk disiplin dan taati anjuran pemerintah dalam penanganan Covid 19.

Baca Juga :  Dituduh Berbohong, Natalius Pigai Beri Penjelasan

Kepada seluruh pimpinan agama, pimpinan Ketua – ketua Paguyuban agar mensosialisasikan kepada masyarakatnya bahwa virus ini sangat berbahaya sehingga kita harus mengikuti anjuran pemerintah dengan lakukan sosial distancing. Kita doakan bersama agar virus ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktifitas seperti biasanya.

“Masyarakat agar tidak melaksanakan mudik lebaran tahun ini 2020, tetap di rumah saja dan laksanakan social distancing serta gunakan masker selalu cuci tangan. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” ucapnya.

Dikatakan, kegiatan mudik tahunan jelang lebaran atau Idul Fitri identik dengan pengumpulan massa besar yang berdesakan. Baik saat pemberangkatan, dalam perjalanan, hingga di lokasi tujuan, sehingga rawan bagi pemudik itu sendiri. Dan pastinya stamina atau imunitas ketahanan tubuh pemudik drastis drop, sehingga menjadi rentang terjangkit penyakit atau serangan Covid-19 yang saat ini sedang dihadapi.

“Mari bersama-sama kita mencegah penyebaran Covid-19 dengan tetap di rumah dan tidak melaksanakan kegiatan mudik. Sayangi orang tuamu dan keluargamu, jangan sampai mereka menjadi korban Covid-19,” pungkasnya. (fia/wen)

spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img