WAMENA_ Setelah sempat menolak bantuan pemerintah yang diberikan kepada masyarakat di Distrik Wouma Kabupaten Jayawijaya, kini pemuda di distrik tersebut kembali meminta maaf kepada pemerintah daerah dan berharap pemerintah bisa mengembalikan bantuan yang diperuntukan untuk masyarakat di sana karena dalam pembatasan aktifitas seperti ini mereka sangat membutuhkan bantuan itu.
Salah satu pemuda dari Distrik Wouma Manu Ikinia menyatakan jika sebenarnya bukan pihaknya menolak bantuan tersebut. Hanya saja ada kesalah pahaman antara pemuda dan orang tua dan juga yang hadir dalam forum itu, dan juga tidak semua yang hadir itu masyarakat Wouma, sehingga ia melihat kalau bama satu truk itu tak akan cukup.
“Kami sebenarnya tidak menolak, hanya kami berpikir karena yang hadir itu bukan hanya masyarakat Wouma saja, ada banyak masyarakat dari kabupaten lain juga disana sehingga tidak akan cukup,”ungkapnya saat ditemui di kantor Otonom Jayawijaya jumat (24/4) kemarin.
Ia juga menyatakan pada saat pembagian itu juga kepala Distrik tidak berada di tempat sehingga seolah-olah kelompok pemuda yang melakukan penolakan. Sebenarnya ia tidak menolak bantuan itu, justru ia sangat berterimakasih dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah karena sudah berupaya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan makan minum dalam keluarga.
“Kami meminta maaf kepada pemeritah daerah dan berharap pemda mau mengembalikan bantuan tersebut kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka di Wouma.”ujar Manu.
Secara terpisah, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menjelaskan bawha bantuan ini murni dari APBD Pemda Jayawijaya, bukan dari dana kampung atau beras Rastra. Ia juga menegaskan bahwa program Rastra saat ini sudah tidak ada. Ini bantuan dari Penkab Jayawijaya yang dialokasikan untuk membantu masyarakat dalam pembatasan waktu aktifitas yang diberlakukan pada 23 April hingga 6 Mei.
Terkait berkumpulnya masyarakat mengantre sembako, Bupati menilai hal yang biasa terjadi di masyarakat. Sebab, jika tidak mengumpulkan masyarakat, bantuan ini akan hilang di “jalan” atau tidak sampai ke masyarakat.
“Kami dari pemerintah daerah meminta maaf atas kejadian pengumpulan masyarakat mengantri sembako, kami ingatkan masyarakat agar tetap jaga jarak, pakai masker dan tak boleh terima orang masuk ke kampung untuk mencegah Covid -19,”bebernya. (jo/tri)