27.7 C
Jayapura
Sunday, June 4, 2023

Gedung dan Ruang Kelas SD Negeri Rapamerei Rusak Berat dan Tak Layak Pakai Belajar

BIAK– Kepala Sekolah Dasar Negeri Rapamerei Distrik Sawai Kabupaten Mamberamo Raya, Papua Leonard Awaki, S.Pd mengatakan keadaan gedung dan ruang-ruang kelas sekolah yang di pimpinnya rusak berat dan sudah tak layak lagi menjadi tempat belajar anak-anak sekolah. Hal itu diungkapkannya saat dihubungi Cenderawasih Pos Selasa,(26/4/2023) via telefon selulernya.

Ketidaklayakan gedung dan ruang-ruang kelas sekolah yang di pimpinnya kata Awaki itu dapat di lihat pada kondisi ruang kelas yang kotor dan rusak, jendela-jendela ruang kelas yang rusak, lemari-lemari di tiap kelas yang rusak, atap sekolah yang karat dan bocor mengakibatkan plafon pada beberapa ruang kelas pun rusak.

“Itu baru gedung, belum lagi dengan meubelernya. Pokoknya kondisi sekolah sekarang ini anggaplah tidak layak pakai tapi karena tidak ada gedung sekolah lagi maka terpaksa kami pakai saja. Kami pakai sambil menungguh kapan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya bisa rehap atau bangun baru,”Ugkapnya.

Baca Juga :  170 Pengungsi Wamena Bermalam di Biak

Gedung sekolah yang sedang mengalami kerusakan dan di pakai saat ini kata Awaki adalah gedung sekolah yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Yapen Waropen dahulunya.

Pemerintah Kabupaten Waropen tidak membangun apa-apa waktu masih di Kabupaten Waropen. Sama halnya dengan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya tidak membangun apa-apa.

Selain itu kata Awaki rumah kepala sekolah dan rumah-rumah guru pun rusak parah dan tak layak dihuni atau ditempati oleh guru – guru sehingga mereka harus tinggal di rumah pribadi berhubung mereka warga kampung setempat lalu tiap saat ke sekolah mengajar.

Tidak hanya itu saja kata Awaki sekolah yang di pimpinnya itu juga kekurangan tenaga guru, buku-buku pegangan guru semua mata pelajaran dan buku-buku pelajaran bagi anak-anak sekolah

Sudah beberapa kali kata Awaki pihak dinas pendidikan berkunjung ke sekolah yang di pimpinnya itu dan mengambil foto dengan penyampaian akan dilakukan perbaikan/rehapan atas gedung dan ruang-ruang kelas serta rumah guru yang rusak tersebut namun hingga kini tidak ada realisasinya.

Baca Juga :  Lagi Dua Pelaku Perjalanan Positif Covid-19

“Bangunan sekolah dan rumah guru mereka foto ulang-ulang tapi kepala dinas ganti kepala dinas bupati ganti bupati sampai saat ini tidak pernah ada realisasi untuk mungkin ada bangunan baru atau rehapan baru, rehapan berat kah,”Ungkap Awaki.

Ia berharap ada perhatian dan tindak lanjut pihak Dinas Pendidikan dan juga Bupati Kabupaten Mamberamo Raya akan gedung, ruang kelas dan rumah-rumah guru yang rusak berat serta kekurangan tenaga guru, buku-buku pegangan guru dan buku-buku pelajaran anak-anak sekolah agar kegiatan belajar mengajar disekolah yang di pimpinnya itu bisa berjalan dengan baik ( ren/gin )

BIAK– Kepala Sekolah Dasar Negeri Rapamerei Distrik Sawai Kabupaten Mamberamo Raya, Papua Leonard Awaki, S.Pd mengatakan keadaan gedung dan ruang-ruang kelas sekolah yang di pimpinnya rusak berat dan sudah tak layak lagi menjadi tempat belajar anak-anak sekolah. Hal itu diungkapkannya saat dihubungi Cenderawasih Pos Selasa,(26/4/2023) via telefon selulernya.

Ketidaklayakan gedung dan ruang-ruang kelas sekolah yang di pimpinnya kata Awaki itu dapat di lihat pada kondisi ruang kelas yang kotor dan rusak, jendela-jendela ruang kelas yang rusak, lemari-lemari di tiap kelas yang rusak, atap sekolah yang karat dan bocor mengakibatkan plafon pada beberapa ruang kelas pun rusak.

“Itu baru gedung, belum lagi dengan meubelernya. Pokoknya kondisi sekolah sekarang ini anggaplah tidak layak pakai tapi karena tidak ada gedung sekolah lagi maka terpaksa kami pakai saja. Kami pakai sambil menungguh kapan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya bisa rehap atau bangun baru,”Ugkapnya.

Baca Juga :  Hari Pertama, Belum Ada Penerbangan Komersil.

Gedung sekolah yang sedang mengalami kerusakan dan di pakai saat ini kata Awaki adalah gedung sekolah yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Yapen Waropen dahulunya.

Pemerintah Kabupaten Waropen tidak membangun apa-apa waktu masih di Kabupaten Waropen. Sama halnya dengan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya tidak membangun apa-apa.

Selain itu kata Awaki rumah kepala sekolah dan rumah-rumah guru pun rusak parah dan tak layak dihuni atau ditempati oleh guru – guru sehingga mereka harus tinggal di rumah pribadi berhubung mereka warga kampung setempat lalu tiap saat ke sekolah mengajar.

Tidak hanya itu saja kata Awaki sekolah yang di pimpinnya itu juga kekurangan tenaga guru, buku-buku pegangan guru semua mata pelajaran dan buku-buku pelajaran bagi anak-anak sekolah

Sudah beberapa kali kata Awaki pihak dinas pendidikan berkunjung ke sekolah yang di pimpinnya itu dan mengambil foto dengan penyampaian akan dilakukan perbaikan/rehapan atas gedung dan ruang-ruang kelas serta rumah guru yang rusak tersebut namun hingga kini tidak ada realisasinya.

Baca Juga :  Sepekan, Polres Jayawijaya Bekuk 9 Pelaku Curanmor 

“Bangunan sekolah dan rumah guru mereka foto ulang-ulang tapi kepala dinas ganti kepala dinas bupati ganti bupati sampai saat ini tidak pernah ada realisasi untuk mungkin ada bangunan baru atau rehapan baru, rehapan berat kah,”Ungkap Awaki.

Ia berharap ada perhatian dan tindak lanjut pihak Dinas Pendidikan dan juga Bupati Kabupaten Mamberamo Raya akan gedung, ruang kelas dan rumah-rumah guru yang rusak berat serta kekurangan tenaga guru, buku-buku pegangan guru dan buku-buku pelajaran anak-anak sekolah agar kegiatan belajar mengajar disekolah yang di pimpinnya itu bisa berjalan dengan baik ( ren/gin )

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru