25.7 C
Jayapura
Sunday, October 1, 2023

Kasus Meninggal di DKI Jakarta Capai 35 Persen

JAKARTA, Jawa Pos – Data terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Jakarta mencapai 3.506 kasus hingga kemarin (23/4). Dari angka itu, Pemprov DKI mencatat angka kematian yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 316 atau sekitar 9 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan angka kematian yang terjadi di ibukota dengan protap Covid -19 jauh lebih besar lagi. Kasus meninggal dengan protap Covid -19 maupun yang meninggal karena Covid -19 itu sama saja perlakuannya. Yakni, membungkus jenazah dengan plastik, menggunakan peti, dimakamkan kurang dari empat jam, serta petugas menggunakan alat pelindung diri (APD).

Sejak 6 Maret hingga 20 April 2020, Pemprov DKI mencatat ada sebanyak 1.226 kasus kematian dengan menggunakan protap Covid -19. Jika dibandingkan dengan kasus terkonfirmasi positif, angka kematian tersebut mencapai 35 persen.

Baca Juga :  Merauke Dapat Kuota 1.750 Vaksin Covid-19

Perbandingan data kematian yang diumumkan dengan yang menggunakan protap Covid -19 di Jakarta memang cukup jauh. Yakni, 9 persen berbanding 35 persen. Pemprov DKI tidak bisa menyebutkan semua kematian dengan protap Covid -19 itu meninggal karena Covid -19.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui, angka kematian dengan protap Covid -19 dengan yang diumumkan jauh lebih besar.  ’’Namun, tidak semua yang meninggal dengan protap Covid -19 itu akibat Covid -19. Ada beberapa hal yang membuat itu tidak disebutkan meninggal karena Covid. Di antaranya, meninggal belum keluar hasil test atau meninggal sebelum dilakukan tes,’’ ujar Anies.

Kondisi itulah yang mendorong DKI terus melakukan percepatan test dan mengeluarkan kebijakan pembatasan. Dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Anies mengakui kasus positif masih terus meningkat. Tapi juga di sisi lain, lanjutnya, data pemakaman dengan protap Covid -19 yang mereka miliki dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Penyelundupan Miras ke Pedalaman   

’’Biasanya selama minggu-minggu sebelumnya, angka itu bisa sampai 50 bahkan lebih per hari. Dalam beberapa hari terakhir ini, dikisaran 30-an sampai 40-an. Bahkan pernah diangka 29 selama dua hari berturut-turut,’’ ujarnya. Dia berharap, dengan perpanjangan PSBB hingga 22 Mei, angka kematian protap Covid -19 itu juga menurun signifikan. (rya/JPG)

JAKARTA, Jawa Pos – Data terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Jakarta mencapai 3.506 kasus hingga kemarin (23/4). Dari angka itu, Pemprov DKI mencatat angka kematian yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 316 atau sekitar 9 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan angka kematian yang terjadi di ibukota dengan protap Covid -19 jauh lebih besar lagi. Kasus meninggal dengan protap Covid -19 maupun yang meninggal karena Covid -19 itu sama saja perlakuannya. Yakni, membungkus jenazah dengan plastik, menggunakan peti, dimakamkan kurang dari empat jam, serta petugas menggunakan alat pelindung diri (APD).

Sejak 6 Maret hingga 20 April 2020, Pemprov DKI mencatat ada sebanyak 1.226 kasus kematian dengan menggunakan protap Covid -19. Jika dibandingkan dengan kasus terkonfirmasi positif, angka kematian tersebut mencapai 35 persen.

Baca Juga :  Stok Berkurang, Harga Telur Naik

Perbandingan data kematian yang diumumkan dengan yang menggunakan protap Covid -19 di Jakarta memang cukup jauh. Yakni, 9 persen berbanding 35 persen. Pemprov DKI tidak bisa menyebutkan semua kematian dengan protap Covid -19 itu meninggal karena Covid -19.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengakui, angka kematian dengan protap Covid -19 dengan yang diumumkan jauh lebih besar.  ’’Namun, tidak semua yang meninggal dengan protap Covid -19 itu akibat Covid -19. Ada beberapa hal yang membuat itu tidak disebutkan meninggal karena Covid. Di antaranya, meninggal belum keluar hasil test atau meninggal sebelum dilakukan tes,’’ ujar Anies.

Kondisi itulah yang mendorong DKI terus melakukan percepatan test dan mengeluarkan kebijakan pembatasan. Dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Anies mengakui kasus positif masih terus meningkat. Tapi juga di sisi lain, lanjutnya, data pemakaman dengan protap Covid -19 yang mereka miliki dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.

Baca Juga :  Hindari Penindakan, Peserta Pilkada Diminta  Pahami Aturan 

’’Biasanya selama minggu-minggu sebelumnya, angka itu bisa sampai 50 bahkan lebih per hari. Dalam beberapa hari terakhir ini, dikisaran 30-an sampai 40-an. Bahkan pernah diangka 29 selama dua hari berturut-turut,’’ ujarnya. Dia berharap, dengan perpanjangan PSBB hingga 22 Mei, angka kematian protap Covid -19 itu juga menurun signifikan. (rya/JPG)

spot_img
spot_img

Artikel Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img